Pihak Pelaksana Proyek Jembatan Kali Keruh Diharap Bisa Seoptimal Mungkin Selesaikan Seluruh Pekerjaan

BREBES – Proyek pembangunan jembatan Kali Keruh sepanjang 80 meter di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes mulai dikerjakan. Diharapkan proyek tersebut bisa selesai akhir Desember 2021 mendatang.

Untuk itu Pemkab Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meminta kepada pelaksana pekerjaan yakni PT Cipta Adhi Guna untuk bisa memaksimalkan pekerjaan tersebut. Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek Jembatan Kali Keruh Plompong Ridho Kharoni saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/9/21).

Ridho menyebut, proyek tersebut telah dimulai pekerjaannya pada 12 Juli 2021 lalu dan sudah harus selesai pada 28 Desember 2021 mendatang. Adapun untuk anggarannya, sesuai dengan kontrak pekerjaan senilai Rp 11,09 miliar. Ridho mengaku terus melakukan monitor terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Bahkan untuk saat ini pekerjaan minor berupa selimut cor beton sudah mulai dilakukan. Sedang untuk kontruksi rangka baja jembatan saat ini dalam proses produksi di pabrik. “Untuk proyek jembatan ini memang mayoritas pekerjaan ada di pabrikasi. Dan sambil menunggu pekerjaan itu selesai, saat ini tengah dilakukan pengecoran selimut beton,”terang Ridho yang juga Kepala Bidang Bina Marga DPU Brebes.

Kepada pelaksana proyek, Ridho berpesan agar benar-benar melaksanakan pekerjaan dengan seoptimal mungkin. Sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu, tepat mutu dan tepat guna. Selaku PPKom, pihaknya juga memohon doa restu kepada masyarakat agar pekerjaan tersebut bisa berjalan lancar. Sehingga kelak bisa kembali difungsikan untuk kepentingan masyarakat setempat.

Diakui, untuk menyelesaikan pekerjaan itu pelaksana memang dihadapkan dengan medan yang cukup sulit. Mengingat di lokasi tersebut rawan terjadinya bencana. Meski demikian, itu tidak mengurangi progres pekerjaan yang telah direncanakan. Apalagi, pihaknya hampir setiap hari selalu melakukan komunikasi intens untuk mengetahui progres pekerjaan yang telah dilakukan.

“Meski dihadapkan dengan medan yang rawan bencana, tapi saya berharap pihak pelaksana proyek bisa seoptimal mungkin untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya,” pinta Ridho. Dan yang tidak kalah penting, pelaksana juga harus benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan. Sehingga diharapkan jembatan baru itu akan lebih tahan terhadap bencana. (Simpe)