Diduga Proyek ini Siluman Tanpa Papan Informasi di Desa Pesantunan

Brebes, Tops Berita – Diduga Proyek Siluman Tanpa Papan Informasi, Abaikan UU KIP Demi Anggaran Ratusan Juta

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek.

Baik memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan. Rabu, (16/09).

“ Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.” ungkap Olam Mahesa Ketua LSM Gempita.

Pasalnya, pekerjaan proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Pesantunan Blok makam sungapan RW 08 Kecamatan Wanasari Brebes Jawa Tengah.

Warga setempat maupun warga yang melintas dari lokasi pembangunan tersebut mengeluh lantaran tak ada papan informasi pekerjaan.

Pekerjaan proyek yang sudah selesai tersebut hingga kini tak diketahui kejelasan papan informasi.

Kata Olam, inilah yang menjadi sorotan bagi warga bahwa pekerjaan drainase ini dinilai proyek “siluman”, karena sama sekali tidak adanya terpasang papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan hingga selesai.” terangnya.

Lanjut Olam, bahwa proyek pekerjaan tanpa menggunakan papan nama adalah indikasinya sebagai salah satu trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggarannya dan sumber anggaran darimana.

“Semestinya, sebelum dan saat dimulainya pekerjaan. rekanan seharusnya memasang papan informasi proyek agar pengawas lapangan dari instansi terkait dan juga seluruh masyarakat mengetahui dan bisa memonitoring pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan proyek tersebut belum bisa dikonfirmasi lantaran tak jelas siapa pemilik proyek tersebut.

Salah satu pekerja bangunan saluran irigasi yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa mereka tidak tau sedikitpun mengenai anggaran.

“Kami hanya sebatas bekerja, dan kami hanya diupah dengan sistim harian saja. Untuk mengenai papan proyek memang tidak ada kami lihat, itu bukan urusan kami.” singkatnya.

Sementara ini, Dinas terkait saat di konfirmasi mengaku tidak ada yang tahu karena tak ada papan informasinya, hingga berita ini diturunkan belum juga terlihat nama papan proyek di lapangan. (*)

You cannot copy content of this page