Tawasulan Unjuk Molo Gedung Majlis Dzikir Shohibu Baiti (SB 02)

Pemalang, – Topsberita.com Dalam adat Jawa di wujudkan dalam bentuk upacara adat munggah molo, Upacara Adat Munggah Molo merupakan salah satu yang ada dalam tradisi Jawa atau tradisi nenek moyang.

Gedung Majlis Dzikir Shohibu Baiti (SB02) Jalan Raya Pegiringan RT 08 RW 05, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, memasuki tahap pasang rangka atap (molo) Senin (11/10/2021).

Romo Yai Tahrir sebagai orang yang masih memegang tradisi leluhur Jawa, melakukan tradisi upacara adat “munggah molo”, yaitu memasang sesaji sebagai wujud rasa syukur kepada Allah

Lebih tepat waktunya ketika menaikkan kerangka atap (Molo) untuk penyangga genteng, rincian acara adat ini dilaksanakan ketika pagi hari dengan berbagai syarat yang tersaji atau dalam adat jawa disebut sesajen (sesaji) yang semuanya memiliki filosofi tersendiri di antara sesaji tersebut; Gedhang setandan (pisang yang banyak) dimaksudkan agar terbinalah kekompakan dan harmonisasi diantara keluarga dan masyarakat sekitar.

Tebu yang di cabut dari pangkalnya bermaksud agar keluarga beristiqamah dalam melakukan kebaikan layaknya pangkal tebu yang tegak menopang batang tebu, sewit Pari (satu ikat padi kuning) dimaksudkan agar keluarga dapat menggapai kejayaan dan kemakmuran akan tetapi semakin jaya semakin menunduk (tawadhu’) tidak sombong, kelapa melambangkan agar keluarga menjadi kuat dan dapat bermanfaat untuk sesama (rahmatan lil ‘alamin), bendera merah putih menandakan nasionalisme, koin (uang receh) sebagai modal untuk usaha, juada pasar (jajanan pasar) sebagai panjatan rasa syukur.

Pakaian keluarga menandakan keluarga harus selalu menjaga akhlaqul karimah dengan menutup aurat, kendi , pakumas (paku warna emas), kayu salam dan daun salam mengharapkan keselamatan dari Allah SWT, payung agar tuhan semesta alam dapat melindungi dengan rahmat Nya, ayam panggang, dan pohon pisang.

Setelah syarat-syarat tersebut sudah ada kemuadian keluarga memanggil tokoh agama untuk mendo’akan dan memimpin prosesi adat tersebut, dan diakhiri makan bersama para tukang bangunan dan masyarakat sekitar, Pungkasnya.

You cannot copy content of this page