Jayapura – Dalam upaya menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Kodim 1701/Jayapura mulai menyalurkan 6 ton dari total 9,6 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di jajaran Koramil Kodim 1701/Jayapura, Kamis (21/8/2025).
Kegiatan bertema “Sinergitas Bersama Bulog dalam Rangka Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan” ini merupakan kolaborasi Kodim 1701/Jayapura dengan Perum Bulog serta pemerintah daerah. Tujuannya adalah menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Dalam program ini, harga beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram. Masyarakat dapat membeli maksimal dua karung beras isi 5 kilogram dengan total harga Rp125.000 per kepala keluarga (KK). Penyaluran dilakukan secara tertib dengan dukungan Babinsa di tiap Koramil yang mengawasi sekaligus membantu distribusi agar tepat sasaran.
Dandim 1701/Jayapura melalui Pasiter, Mayor Inf Afandi, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah memiliki arti strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, khususnya di wilayah Jayapura.
“Kami berharap melalui Gerakan Pangan Murah ini, kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau. Program ini bukan hanya kegiatan distribusi beras, tetapi juga langkah konkret untuk menekan inflasi daerah serta menjaga ketahanan pangan. Dengan harga yang stabil dan ketersediaan pangan yang terjamin, daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga roda perekonomian di tingkat bawah terus berputar,” ujar Mayor Afandi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral hadir di tengah masyarakat menghadapi tantangan ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI, khususnya Kodim 1701/Jayapura, selalu siap membantu rakyat. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bukti nyata bahwa kami ada bersama masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, serta mencari solusi bersama pemerintah dan pihak terkait. Gerakan Pangan Murah ini adalah salah satu wujud kepedulian tersebut,” tambahnya.
Mayor Afandi juga menegaskan bahwa sinergi TNI, Bulog, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menjadi solusi jangka menengah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Jayapura, Ahmad Mustari, mengapresiasi dukungan penuh Kodim 1701/Jayapura dalam menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat.
“Bulog berkomitmen menjaga ketersediaan stok dan menyalurkan beras SPHP secara berkelanjutan. Kehadiran Kodim 1701/Jayapura mempercepat distribusi dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Ahmad Mustari.
Dengan tersalurnya 6 ton beras SPHP, Gerakan Pangan Murah diharapkan memberi dampak positif bagi stabilitas pangan, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Bulog, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di Papua. (Redaksi Papua)