20 Hektar Lahan Siap Cetak Sawah, Babinsa dan DPR Pastikan Akses Jalan

Keerom – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1701-23/Skanto, Serda Jodi Bonari, melaksanakan pendampingan pengecekan akses jalan dan lahan produksi pertanian bersama anggota Komisi I DPR Kabupaten Keerom, Bapak Natan Bonai. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Intaimelyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Rabu (14/1/2026).

Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung sektor pertanian, khususnya akses jalan menuju lahan produksi. Lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari program pemerintah berupa cetak sawah seluas 20 hektare yang akan dimanfaatkan untuk penanaman padi di Kampung Intaimelyan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Keerom.

Dalam kesempatan tersebut, warga pemilik lahan menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi akses jalan menuju area pertanian yang masih belum memadai. Pada musim hujan, jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, sehingga menghambat aktivitas pertanian serta distribusi sarana produksi maupun hasil panen. Masyarakat berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah agar akses jalan tersebut dapat segera diperbaiki atau diperkeras demi menunjang kelancaran kegiatan pertanian.

Menanggapi aspirasi warga, Bapak Natan Bonai menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Ia berencana melakukan koordinasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Wakil Bupati Keerom agar perbaikan akses jalan pertanian dapat segera memperoleh solusi yang tepat.

Sementara itu, Serda Jodi Bonari menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat melalui peran Babinsa akan terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan, khususnya di sektor pertanian. Pendampingan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional, tutupnya. (Redaksi Papua)

Loading

You cannot copy content of this page