Brebes, Tops Berita – Momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dimaknai oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes sebagai sarana pembinaan spiritual melalui kegiatan pengajian keagamaan yang diikuti Warga Binaan Pemasyarakatan, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Meneladani Akhlak serta Meningkatkan Kecintaan Kita kepada Rasulullah Muhammad SAW”.
Peringatan Isra Mi’raj diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh Warga Binaan dan Pegawai serta peserta magang. Tim hadroh Sanat (Santri At-Taubah) Lapas Brebes juga mengiringi peringatan Isra Mi’raj dengan shalawat nabi. Tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim dari masyarakat sekitar Lapas Brebes sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Sebanyak 10 orang anak yatim menerima santunan dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat keimanan dan membentuk akhlak mulia bagi Warga Binaan. Gowim menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap Warga Binaan mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW, meningkatkan kecintaan kepada beliau, serta memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Gowim Mahali.
Bertindak sebagai penceramah, Kyai Akhmad Muhaimin menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dengan mencintai masjid, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, serta memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang kedisiplinan ibadah dan keteladanan akhlak. Mari kita cintai Rasulullah SAW dengan cara mengikuti ajarannya, menjaga hati, serta mendirikan shalat dengan sebaik-baiknya,” tutur Kyai Akhmad Muhaimin.
Kyai Akhmad Muhaimin juga menambahkan poin-poin penting dalam memaknai spirit Isra Mi’raj dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kepribadian seorang muslim.
“Pertama, cintailah masjid sesuai spirit Isra Mi’raj Rasulullah SAW yang berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kedua, mari kita bersihkan hati kita jangan sering menyalahkan orang lain jangan merasa diri paling benar. Ketiga, mari kita perbaiki amal ibadah shalat kita, dirikanlah shalat,” urainya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Brebes terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyeluruh, tidak hanya membentuk Warga Binaan yang taat beribadah, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, dan kesiapan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
(Salam)