Tegal – Topsberita.Com – Di saat sebagian besar warga terlelap, personel Siaga Bhayangkara Regu I Polres Tegal justru menyusuri gelapnya malam di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis (12/2/2026) pukul 21.00 WIB. Langkah mereka pelan, namun pasti—bukan sekadar patroli, melainkan penjagaan harapan bagi warga yang sedang diuji bencana tanah bergerak.
Di posko pengungsian Majelis Dzikir An‑Nadoriyah, petugas menyapa satu per satu pengungsi. Bukan hanya memastikan keamanan, tetapi juga menenangkan hati yang masih dipenuhi kekhawatiran. Anak-anak duduk dekat keluarga, lansia berselimut tipis, sementara suara hujan sesekali jatuh seperti mengingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya pergi.
Dipimpin Padal I IPTU Henry Ade Birawan, S.H., M.H., personel melakukan patroli jalan kaki di sekitar rumah warga terdampak. Setiap sudut diperiksa, setiap gerak diamati. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi pencurian terhadap barang warga yang belum sempat dievakuasi. Petugas juga berdialog dengan warga yang ronda malam, mengingatkan agar tetap waspada terutama saat curah hujan tinggi.
Tak hanya fokus pada lokasi bencana, pengamanan juga dilakukan di Ponpes Al‑Adalah 2, Desa Capar, yang menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama Bupati Tegal dalam rangka Haflah Akhirussanah. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan agar kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu mobilitas masyarakat sekitar.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kehadiran anggota di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri untuk selalu berada di sisi masyarakat, terutama saat mereka menghadapi masa sulit.
“Kami ingin masyarakat merasa aman, tidak hanya dari ancaman bencana, tetapi juga dari potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota adalah bukti bahwa negara tidak pernah meninggalkan warganya,” ujarnya.
Hasilnya terasa nyata. Situasi di lokasi pengungsian tetap aman dan kondusif, warga dapat beristirahat lebih tenang, dan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Di balik seragam dan senter yang menembus gelap, ada pesan sederhana yang tak terucap keras—bahwa di tengah tanah yang bergerak dan ketidakpastian, masih ada tangan yang sigap menjaga, dan ada harapan yang tetap berdiri. ( Tgh)
