Jayapura – Upaya memperkuat ketahanan mental masyarakat terus mendapat perhatian berbagai pihak. Komando Distrik Militer (Kodim) 1701/Jayapura turut ambil bagian dalam kegiatan Seminar Kesehatan Mental yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Jayapura, Jumat (1/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 1701/Jayapura Letkol Arm Mustafa Lara, S.T., M.IP., hadir mewakili Dandim 1701/Jayapura. Seminar yang mengangkat tema “Mengenal Kepribadian Narsistik Dalam Pelayanan” ini berlangsung di lantai II Hotel Horison Ultima, Jalan Kelapa Dua Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, dan diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pendeta serta unsur terkait.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Jayapura Evert Nicolas Merauje, S.Sos., M.Si., yang mewakili Wali Kota Jayapura sekaligus membuka acara. Hadir pula Kapten Inf Sanam dari Kodim 1701/Jayapura, Ketua API Kota Jayapura Pdt. Drs. Richard A. Paay, S.Th., Ketua PGGS Pdt. Samuel Izak Deda, M.Th., Sekretaris API Kota Jayapura Pdt. D. Hassor, S.Th., para ketua sinode/wilayah/klasis, serta narasumber dr. Izak Yesaya Samay, M.Kes., Sp.KJ yang memberikan materi utama.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi serta sesi diskusi interaktif yang membahas pentingnya pemahaman kesehatan mental dalam pelayanan keagamaan, khususnya dalam mengenali karakter dan dinamika kepribadian.
Dalam sambutannya, Kasdim 1701/Jayapura menekankan bahwa dinamika sosial yang terus berkembang, tekanan ekonomi, serta kompleksitas persoalan kehidupan saat ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi mental masyarakat. Situasi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi stabilitas emosi, hubungan sosial, hingga produktivitas apabila tidak disikapi secara bijak.
“Perubahan sosial yang cepat menuntut kita semua untuk memiliki ketahanan mental yang kuat. Di sinilah pentingnya peran bersama, termasuk tokoh agama, dalam memberikan penguatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan spiritual dan moral. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, gereja dinilai mampu menjadi ruang penguatan batin, penanaman nilai kasih, serta pembangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Letkol Arm Mustafa Lara menjelaskan bahwa Kodim 1701/Jayapura sebagai satuan kewilayahan memiliki peran penting dalam pembinaan teritorial melalui pendekatan persuasif dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Peran tersebut diwujudkan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung pembangunan daerah.
“Kodim hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial serta memperkuat ketahanan wilayah,” tegasnya.
Menurutnya, ketahanan mental merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Masyarakat yang memiliki ketangguhan mental akan lebih mampu menghadapi tekanan, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
“Kami siap terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, khususnya tokoh agama, dalam membangun ketahanan mental masyarakat demi terciptanya situasi wilayah yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pendeta dan pemuka agama mengenai kesehatan mental, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam memberikan pelayanan yang lebih adaptif, humanis, dan responsif terhadap tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. (Redaksi Papua)