Karangdempel, Tops Berita – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Karangdempel mengambil langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Janggel. Bertempat di kediaman H. Moh. Zamroni SE, Rabu malam (13/05/2026) agenda ini bertujuan untuk mengubah limbah pertanian menjadi sumber pendapatan yang produktif bagi pengurus dan jamaah.
Ketua Ranting NU Karangdempel, Ust. Hasan Bisri, menegaskan bahwa organisasi harus hadir tidak hanya dalam urusan ubudiyah, tetapi juga dalam urusan kesejahteraan ekonomi umat.
“Kami ingin warga NU Karangdempel tidak hanya menjadi konsumen, tapi menjadi produsen yang kreatif. Jamur janggel ini punya potensi pasar besar dengan modal yang relatif terjangkau,” ujar Ust. Hasan Bisri dalam sambutannya.
Kegiatan ini tidak sekadar pelatihan teknis, namun mengusung misi besar bagi kemajuan organisasi:
-Membuka cakrawala berpikir pengurus dan warga agar jeli melihat peluang usaha di sekitar mereka.
-Mengobarkan semangat kerja keras dan ketekunan sebagai bagian dari nilai-nilai luhur santri.
-Mewujudkan pilar kemandirian agar organisasi tidak selalu bergantung pada donasi, melainkan memiliki unit usaha produktif.
-Mengoptimalkan sumber daya lokal (tongkol jagung/janggel) menjadi nilai ekonomi yang menambah kas organisasi.
-Membangun jejaring antar warga untuk saling berbagi ilmu, alat, hingga akses pemasaran produk.
Pelatihan ini disambut antusias oleh warga NU karangdempel dan menghadirkan Bapak Suwarno Hadi Saputro dari Banjarharjo sebagai pemateri ahli. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci proses budidaya, mulai dari teknik fermentasi media tanam hingga prosedur panen yang efektif agar menghasilkan jamur berkualitas tinggi.
Dengan memanfaatkan bahan baku janggel (tongkol jagung) yang melimpah di desa, para peserta diajarkan teknik fermentasi hingga proses panen.
Melalui langkah ini, PRNU Karangdempel berharap dapat menciptakan ekosistem wirausaha yang solid, di mana kemandirian ekonomi menjadi fondasi kuat untuk menjalankan dakwah dan khidmah kepada masyarakat secara lebih maksimal.
(Salam)
