Karangdempel, Tops Berita – Menindaklanjuti program pemberdayaan ekonomi umat yang telah dicanangkan sebelumnya, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Karangdempel secara resmi mengumumkan bahwa persiapan infrastruktur dan media budidaya jamur jenggel (tongkol jagung) kini telah mencapai 100 persen.
Dengan rampungnya seluruh fase persiapan, Ranting NU Karangdempel kini siap memasuki tahap produksi massal yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Nahdliyin setempat.
Pemberitaan pertama fokus tertuju pada pelatihan dan pengumpulan bahan baku, sedangkan berita kedua ini menandai babak baru.
Seluruh fasilitas budidaya, mulai dari pembuatan kumbung (rumah jamur), sterilisasi media jenggel, hingga kesiapan tim teknis di lapangan, dinyatakan telah rampung total dan siap beroperasi penuh.
Ketua PRNU Karangdempel Ust Hasan Bisri menyatakan bahwa keberhasilan mencapai target kesiapan 100 persen ini tidak lepas dari semangat gotong royong pengurus.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh pengurus dan warga, seluruh fasilitas dan media tanam sudah siap total. Ini bukan lagi sekadar rencana, tapi aksi nyata. Kami memanfaatkan limbah tongkol jagung yang selama ini dibuang, untuk diubah menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” ujarnya.
Budidaya jamur jenggel dipilih karena memiliki siklus panen yang relatif singkat (biasanya dalam waktu 10–14 hari sudah bisa dipanen) serta modal yang sangat minim. Hasil panen nantinya tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga diproyeksikan untuk menyuplai pasar-pasar tradisional di sekitar wilayah Karangdempel.
Selain untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang terlibat langsung, sebagian dari keuntungan hasil panen ini akan dialokasikan untuk kas sosial Ranting NU Karangdempel.
Hal ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan keagamaan dan santunan sosial di masa mendatang tanpa terus-menerus bergantung pada sumbangan sukarela.
Dengan kesiapan yang sudah menyentuh angka 100 persen ini, Ranting NU Karangdempel optimistis program ini akan menjadi pilot project (proyek percontohan) sukses yang bisa direplikasi oleh ranting-ranting NU lainnya.
(Salam)