PAPUA, Waropen – Prajurit Yonif TP 860/NSK kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara tugas pengabdian dan pembinaan mental spiritual melalui kegiatan ibadah bersama masyarakat di Kabupaten Waropen, Papua, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung secara serentak di dua rumah ibadah, yakni Gereja GKI Bethania Waren dan Gereja Katolik St. Paulus Batu Zaman. Kehadiran para prajurit tidak hanya sebagai bentuk pembinaan rohani, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di wilayah penugasan.
Di Gereja GKI Bethania Waren, ibadah dipimpin oleh Pendeta Sara Marisa yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya meningkatkan keimanan, rasa syukur, serta keteguhan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sementara itu, di Gereja Katolik St. Paulus Batu Zaman, ibadah dipimpin oleh Pastor Yosep Susanto yang memberikan siraman rohani mengenai nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada sesama.
Sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIT, suasana ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kehangatan. Prajurit Yonif TP 860/NSK tampak berbaur dengan warga jemaat dalam nuansa kebersamaan yang mencerminkan kuatnya toleransi serta persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran prajurit di tengah jemaat mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjalankan kewajiban beribadah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komunikasi sosial (Komsos) yang selama ini terus dibangun Yonif TP 860/NSK guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan, para prajurit diharapkan memiliki karakter yang tangguh, disiplin, dan berintegritas dalam menjalankan tugas negara maupun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh dari setiap kegiatan ibadah diyakini menjadi bekal penting dalam menjaga moralitas serta profesionalisme selama bertugas di wilayah Papua.
Komandan Satuan menilai kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat.
Seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah antara prajurit dan jemaat sebagai simbol kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Kabupaten Waropen.
Melalui kegiatan ini, Yonif TP 860/NSK kembali menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan sosial demi terciptanya kehidupan yang damai dan sejahtera di Tanah Papua.