Panen Lele Jadi Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian, Lapas Brebes Cetak Warga Binaan Produktif dan Berdaya Saing

Brebes, Tops Berita – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian kembali membuahkan hasil. Melalui program budidaya perikanan, Lapas Brebes sukses melaksanakan panen ikan lele yang dikelola langsung oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal saat kembali ke tengah Masyarakat, Selasa (14/7/2026).

Panen lele dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Brebes. Ikan lele berukuran konsumsi berhasil dipanen setelah melalui proses pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten oleh kelompok kerja Warga Binaan di bawah pendampingan petugas Sub Seksi Kegiatan Kerja.

Seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan kualitas air, hingga proses panen, dilaksanakan secara aktif oleh Warga Binaan dengan bimbingan petugas. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis di bidang perikanan, tetapi juga dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.

Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan bahwa program budidaya lele merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial Warga Binaan.

“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui budidaya lele ini, kami ingin membangun semangat bekerja, rasa tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan Warga Binaan sehingga mereka memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Inilah wujud nyata bahwa proses pembinaan mampu menghasilkan karya yang produktif dan bernilai,” ujar Mudo Mulyanto.

Selain menjadi media pembelajaran, hasil panen lele juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas sebagai sumber protein bagi Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan, HK yang mengikuti program tersebut mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti budidaya lele.

“Kami belajar bagaimana cara membudidayakan ikan mulai dari menebar benih, memberi pakan, menjaga kualitas air hingga memanen hasilnya. Kegiatan ini membuat kami lebih disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri karena bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga keterampilan ini menjadi bekal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Program budidaya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus diperkuat oleh Lapas Brebes dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan berbasis keterampilan. Melalui berbagai kegiatan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Brebes berkomitmen menciptakan Warga Binaan yang terampil, mandiri, serta siap beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Dengan keberhasilan panen ini, Lapas Brebes kembali menegaskan bahwa proses pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi. Dari kolam budidaya yang dikelola bersama, tumbuh harapan baru bahwa setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk berubah, berkarya, dan menjadi insan yang lebih produktif demi masa depan yang lebih baik.

(Salam)

 

Loading

You cannot copy content of this page