Cegah Korupsi Dari Rumah, Pemkab Tegal Dorong Penguatan Integritas Keluarga

Tegal– Topsberita.Com – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Inspektorat Kabupaten Tegal menyelenggarakan Sosialisasi Keluarga Berintegritas dengan tema “Melalui Keluarga Berintegritas Kita Wujudkan Kabupaten Tegal yang Bebas dari Korupsi untuk Kabupaten Tegal Luwih Apik.” Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (9-11/2/2026), bertempat di Gedung Dadali dan Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tegal.

Sosialisasi ini diikuti berbagai unsur organisasi perempuan dan masyarakat. Pada hari pertama, peserta berasal dari istri anggota DPRD Kabupaten Tegal. Hari kedua diikuti anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal serta Dharma Wanita Persatuan. Sementara pada hari ketiga, kegiatan diikuti perwakilan organisasi perempuan, yakni Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah (NA).
Inspektur Kabupaten Tegal, Saidno, AP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membangun karakter individu yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Menurutnya, penguatan nilai integritas sejak lingkungan keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya perilaku koruptif di kemudian hari. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Tegal dalam mewujudkan Kabupaten Tegal yang Luwih Apik melalui pembangunan yang berintegritas.

Saidno juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi persoalan hukum yang kerap muncul di luar perkiraan. Ia menilai berbagai persoalan sering kali berawal dari hal-hal kecil yang kurang disadari, sehingga pemahaman hukum dan penguatan integritas menjadi kebutuhan bersama, termasuk dalam kehidupan keluarga.
Ia menambahkan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta komitmen seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Antikorupsi Provinsi Jawa Tengah, Tedi Kartini, S.P., dan Nela Kristina, S.Sos., yang memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya pencegahan korupsi dimulai dari keluarga sebagai fondasi pembentukan masyarakat berintegritas.

Dalam pemaparannya, Tedi Kartini menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter masyarakat. Ia menyampaikan bahwa nilai kejujuran dan integritas harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga. Praktik korupsi, menurutnya, tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga menimbulkan konsekuensi sosial dan psikologis bagi keluarga, terutama anak-anak.

Sementara itu, Nela Kristina menjelaskan bahwa perilaku koruptif dapat tumbuh dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga, seperti gaya hidup berlebihan, kebiasaan tidak jujur, kurangnya kemandirian, rendahnya rasa tanggung jawab, serta ketidaksiapan bersikap benar. Hal tersebut menunjukkan bahwa keluarga memegang peran penting dalam membentuk karakter antikorupsi sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk membangun keluarga yang berintegritas sebagai fondasi terciptanya lingkungan yang jujur, harmonis, dan bertanggung jawab, sekaligus melahirkan generasi berkarakter kuat yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Tegal di masa depan.(Tgh)

Loading

You cannot copy content of this page