Dari Limbah Jadi Manfaat, Lapas Brebes Perkuat Pembinaan Kemandirian Lewat Budidaya Maggot

Brebes, Tops Berita – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus menghadirkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan mengembangkan budidaya maggot berbasis pemanfaatan limbah dapur. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan lapas, Sabtu (7/2/2026).

Program inovatif ini mengolah limbah organik dapur, seperti sisa sayuran dan makanan, yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan. Melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), limbah tersebut diubah menjadi sumber protein bernilai guna, sekaligus mampu menekan volume sampah harian di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya maggot merupakan bagian dari komitmen Lapas Brebes dalam menghadirkan pembinaan yang adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan.

“Budidaya maggot ini tidak hanya bertujuan mengelola limbah dapur secara efektif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi warga binaan. Kami ingin pembinaan kemandirian benar-benar memberi bekal keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Gowim Mahali.

Pengembangan program ini dirancang sebagai pembelajaran lapangan berbasis kolaborasi melalui sinergi Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch II bersama Subsi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Brebes. Kolaborasi tersebut menjadi ruang belajar bersama yang mengintegrasikan teori dengan praktek langsung di lingkungan pemasyarakatan.

Peserta magang terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi budidaya maggot. Selain memperoleh pengalaman teknis, peserta magang juga memahami peran pembinaan kemandirian dalam sistem pemasyarakatan.

Salah satu Peserta Magang Kemenaker Batch II, Titin mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga.

“Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana mengelola limbah dapur menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus memahami proses pembinaan di lapas. Ini bukan hanya soal budidaya maggot, tetapi juga tentang kerja sama, tanggung jawab, dan dampak positif bagi lingkungan,” ungkap Titin.

Selain peserta magang, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif WBP sebagai subjek utama pembinaan. WBP dibekali pengetahuan tentang pengelolaan limbah organik, teknik budidaya maggot, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, termasuk pada akhir pekan, dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang WBP dengan aktivitas positif dan produktif.

Secara keseluruhan, budidaya maggot berbasis limbah dapur di Lapas Brebes menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi pembelajaran antara petugas, peserta magang, dan WBP, Lapas Brebes terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku positif, pemberdayaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

(Salam)

 

Loading

You cannot copy content of this page