
Tegal – Topsberita.Com – Dalam upaya integrasi data stunting sebagai basis pengambil kebijakan dalam perencanaan anggaran untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) sebagai salah satu OPD yang bertanggung jawab dalam bidang data di Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Tegal melakukan inovasi penyediaan data stunting dari hasil pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Inovasi itu dalam bentuk penyediaan aplikasi yang digunakan untuk input data calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, balita secara cepat dan real time dengan menggunakan gawe (gadget). Melalui pencatatan pendampingan sasaran yang secara langsung diinput diharapkan akan mendapatkan data yang valid dan dapat dilhat capaian progresnya setiap saat tanpa menunggu hasil visum/laporan TPK di akhir bulan.
Untuk meningkatkan kapasitas kader TPK terkait aplikasi di atas , maka DP3AP2KB Kabupaten Tegal mengadakan orientasi bagi penyuluh keluarga berencana dan 3690 kader TPK yang tersebar di 287 desa/kelurahan secara daring. Kepala Dinas P3AP2KB dr. Ruszaeni dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah inovasi yang didukung oleh Tanoto Foundation melalui lembaga mitra Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dengan tujuan untuk mendapatkan data valid dan realtime yang bisa diakses secara cepat oleh OPD. Harapannya dengan adanya data yang terintegrasi maka intervensi untuk pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Bambang Rudihartono Distric Officer Stunting 2.0 Kabupaten Tegal menyampaikan berdasarkan pengalaman mendampingi TP3S Kabupaten Tegal sejak tahun 2022. Persoalan data menjadi hal krusial ketika harus menyiapkan data untuk kebutuhan audit dan laporan TPPS kabupaten karena seringkali data yang diperlukan tidak tersedia. Sehingga harapannya dengan penyediaan aplikasi pendampingan TPK melalui Gform data yang terlaporkan bisa lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan data yang diperlukan oleh OPD dan TP3S Kabupaten.
(Tgh)