Daerah

Pasien Jantung Tidak Perlu Dirujuk Jauh, Bupati Brebes Siapkan Gedung Baru CMU Di RSUD

Redaksi Tops Berita · 13 Okt 2026

BREBES, Tops Berita – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menargetkan RSUD Brebes bisa melayani pasien dengan penyakit jantung dan penyakit berat lainnya tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

Untuk itu, Pemkab Brebes mengusulkan pembangunan gedung layanan medis terpadu RSUD Brebes melalui program revitalisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Program ini merupakan bagian dari rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan merevitalisasi 441 RSUD se-Indonesia.

“Ini program Pak Presiden lewat Kementerian Kesehatan, dan Brebes masuk daftar calon penerimanya. Tugas kami menyiapkan syarat dari pusat dan memindahkan sekolah ke tempat yang layak,” kata Paramitha.

Bupati Brebes mengusulkan revitalisasi RSUD Brebes dengan membangun gedung baru bernama Central Medical Unit (CMU) atau pusat layanan medis terpadu seluas sekitar 6.000 meter persegi.

Central Medical Unit atau pusat layanan medis terpadu rencananya dilengkapi fasilitas cathlab (kateterisasi jantung), tiga ruang operasi, ICU/PICU/NICU, ruang bersalin, layanan cuci darah, radiologi, serta IGD.

Lokasi gedung baru CMU disiapkan di halaman SD Negeri 1 Brebes. Pemkab Brebes juga menyiapkan pemindahan sekolah tersebut ke salah satu gedung milik pemerintah kabupaten agar kegiatan belajar tidak terganggu

Revitalisasi bertujuan meningkatkan kemampuan RSUD Brebes dalam menangani penyakit dengan beban tinggi seperti jantung, kanker, stroke, ginjal, serta layanan ibu dan anak, sehingga mengurangi angka rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

“Harapan saya, warga Brebes yang sakit berat tidak perlu lagi dirujuk jauh,” ujar Paramitha saat peninjauan. Selasa (13/10/2026).

Saat ini Pemkab Brebes masih melengkapi dokumen persyaratan yang diminta pusat, antara lain surat usulan resmi, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja (KAK), dan data ketersediaan SDM kesehatan.

Paramitha menyebut program tersebut merupakan program Presiden melalui Kemenkes. “Ini program Pak Presiden lewat Kementerian Kesehatan, dan Brebes masuk daftar calon penerimanya. Tugas kami menyiapkan syarat dari pusat dan memindahkan sekolah ke tempat yang layak,” kata Paramitha.

Ia menegaskan pemindahan SDN 1 Brebes harus tetap menjamin kelangsungan belajar siswa.

“Anak-anak tetap belajar. Mohon doanya, semoga berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Loading

You cannot copy content of this page