Sentani – Di bawah panji kehormatan satuan, hari ini kita menyaksikan sebuah momentum penting dalam perjalanan karier seorang prajurit. Tradisi penerimaan personel baru bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan simbol penyatuan jiwa dan raga ke dalam keluarga besar Yonif TP 810/BEM. Langkah kaki yang tegap memasuki gerbang satuan adalah janji setia untuk menjaga kehormatan tunggul satuan dengan segenap jiwa.
Acara tradisi yang dipimpin langsung oleh Danyonif TP 810/BEM, Letkol Inf Iskandar, ini menandai bergabungnya personel baru ke dalam jajaran satuan. Di antara prajurit-prajurit pilihan tersebut, terdapat Serda Cke Muhammad Cholif A, Serda Inf Suryadi, Serda Inf Herman, Serda Inf Andika setya N, Serda Inf Sahabuddin, Serda Inf Damran Abu, Serda Inf Sudarman, Serda Inf Fransiskus Dari, Serda Inf Lifandi Gustio, Serda Inf Alif Nadiarta, Serda Muh. Qayyuni H, Serda Inf Agus Adiatmoko, Serda Inf Andika Putra Pamungkas, Serda Ckm Andriyansah, telah menuntaskan rangkaian tradisi masuk satuan dengan penuh kebanggaan.
Setiap tetes keringat dalam rangkaian tradisi ini adalah bentuk pengasahan mental dan fisik agar selaras dengan napas perjuangan satuan. Dengan prosesi penciuman bendera tunggul satuan, para prajurit baru kini resmi menyandang identitas sebagai Prajurit BEM. Tidak ada lagi individu, yang ada hanyalah satu kesatuan yang kokoh, satu komando yang tak tergoyahkan, dan satu tekad untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Dalam amanat DANYONIF TP 810/BEM, yang diwakili oleh Mayor Inf Dinary Bagus Farera S.T.Han., M.H.I. menekankan agar para personel segera menyesuaikan diri dan menjaga nama baik satuan di mana pun bertugas. Jadikan kebanggaan hari ini sebagai fondasi untuk melaksanakan tugas-tugas ke depan. Di sini, loyalitas adalah harga mati, dan kehormatan adalah segalanya. Segera serap ilmu dari para senior dan tunjukkan bahwa kalian adalah prajurit pilihan yang layak berdiri tegak di barisan terdepan.
“Berani, Elegan, Menang!”