Keerom – Kodim 1701/Jayapura menyatakan kesiapan mendukung persiapan hingga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Keerom, Papua, sebagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Komitmen tersebut disampaikan
Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han., saat menghadiri sosialisasi Program Sekolah Rakyat di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mempersiapkan pelaksanaan program.
Dandim 1701/Jayapura menegaskan bahwa TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan instansi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. “Pada prinsipnya, kami dari TNI siap mendukung dan bersinergi apabila dibutuhkan demi kelancaran pembangunan dan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Keerom,” ujarnya.
Kesiapan tersebut turut didukung pengalaman pendampingan Sekolah Rakyat di kawasan BLK Pasir Dua dan Tanah Hitam, Abepura. Pengalaman ini menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung upaya perluasan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sosialisasi dibuka oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP., serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan instansi terkait. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Pendidikan Kementerian Sosial RI Regional VI Papua/Maluku, John Herman Mampioper, memaparkan tujuan, sasaran, sistem pendidikan, dan mekanisme pembiayaan Program Sekolah Rakyat.
John Herman Mampioper menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan afirmatif untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama kelompok desil 1 dan 2, termasuk anak putus sekolah atau yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Program ini menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school), dengan pembiayaan pemerintah sesuai ketentuan yang mencakup kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, dan fasilitas pendukung peserta didik. Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi sekaligus mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian anak.
Dalam kesempatan itu, Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan bahwa program ini diharapkan membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk mendukung rencana pengembangan fasilitas Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, persiapan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Keerom diharapkan berjalan terkoordinasi sesuai tahapan yang berlaku. Kodim 1701/Jayapura menegaskan kesiapan memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kewenangannya demi memperluas kesempatan pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua. (Redaksi Papua)
![]()