
Tegal – Topsberita.Com – Polres Tegal melalui Satintelkam bersama Polsek Talang memfasilitasi pertemuan tabayun antara pihak terkait menyusul beredarnya unggahan video di media sosial Facebook yang menyoroti situasi parkiran kegiatan pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kebasen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Video yang diunggah pada Senin (26/10/2026) tersebut memuat narasi mengenai kondisi parkiran kegiatan pengajian yang dinilai lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Unggahan tersebut mendapat respons dari warganet dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebagai langkah preventif untuk mencegah berkembangnya polemik, Satintelkam Polres Tegal bersama Unit Intelkam Polsek Talang melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait pada Selasa (27/10/2026). Upaya tersebut bertujuan membangun komunikasi, meredam potensi konflik, serta mendorong penyelesaian permasalahan melalui dialog secara terbuka dan kekeluargaan.
Proses tabayun dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB di Pendopo Kecamatan Talang dengan melibatkan unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan unggahan video tersebut.
Dalam pertemuan itu, pihak yang terlibat memberikan klarifikasi mengenai latar belakang unggahan. Dijelaskan bahwa video tersebut merupakan unggahan pribadi dan bukan instruksi dari Ketua PWI-LS Kabupaten Tegal. Pihak terkait juga menyampaikan permohonan maaf atas unggahan yang menimbulkan respons di masyarakat.
Permohonan maaf tersebut diterima oleh pihak panitia pengajian. Selain itu, pihak terkait menyatakan akan berupaya berkomunikasi dengan pemilik akun Facebook untuk meminta penghapusan video tersebut.
Kapolsek Talang IPTU Wantoro, S.H., M.H., menegaskan pentingnya komunikasi dan penyelesaian persoalan secara bijaksana guna menjaga keharmonisan masyarakat.
“Setiap permasalahan yang berkembang di masyarakat, termasuk yang bermula dari media sosial, hendaknya disikapi dengan bijak melalui klarifikasi dan komunikasi yang baik. Kami mengedepankan langkah preventif serta dialog secara kekeluargaan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Wantoro.
Polres Tegal mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memastikan informasi yang disampaikan sesuai konteks, serta mengutamakan klarifikasi sebelum menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui pendekatan humanis dan sinergi bersama unsur pemerintah serta tokoh masyarakat, Polres Tegal terus berupaya menjaga stabilitas kamtibmas dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.( Tgh )
![]()