Siswa Siswi SDN Sidakaton 1 dan SDN Kepandean 1 ‘ Kunjungi Sanggar putik 99″ dan GSN

Tegal – Topsberita.com – Seni Budaya Indonesia harus tetap kita lestarikan, apalagi saat ini kita harus mengapresiasi BANGGA BUDAYA yang digelorakan pemerintah kita , Di Desa kepandean kecamatan Dukuhturi kabupaten tegal telah hadir Sanggar Putik 99″ dibawah pimpinan Nurokhim, dan GSN ( Gumarang Sakti Nusantara) pimpinan Sholikin, kedua beliau ini merupakan tulang punggung Seni lukis dan seni kuda lumping dan barongan. 9/9/2025

Seperti halnya yang di lakukan Sekolah Dasar Negeri ( SDN) Sidakaton 1 dan Sekolah Dasar Negeri 1 Kepandean berwisata ria di Sanggar putik 99 dan Gumarang Sakti Nusantara (GSN)

Menurut Darsiyanto Kepala sekolah SDN 1Sidakaton mengungkapkan
Untuk memperkenalkan budaya seni dan barongan pada anak SD, guru atau pendamping bisa mengajak anak terlibat langsung dalam kegiatan seni, seperti membuat barongan mini, menari, atau memainkan alat musik tradisional. Juga bisa melibatkan seniman lokal dalam kegiatan sekolah, atau mengintegrasikan barongan dalam mata pelajaran seperti Sejarah dan Seni Budaya” Tutur Darsiyanto

Lebih lanjut Kepala Sekolah SDN Sidakaton 1 Darsiyanto di dampingi Kepala Sekolah SDN Kepandean 1 Eka mengungkapkan ,
Ajak anak-anak untuk membuat kreasi barongan sederhana dari bahan-bahan bekas atau kardus atau kertas. Ini akan lebih menarik imajinasi anak-anak
Menari dan Bergerak:
Ajarkan gerakan dasar tarian barongan yang sederhana dan menyenangkan. “Imbuh Darsiyanto

Lebih jauh Darsiyanto mengungkapkan, Sanggar seni, atau tempat-tempat yang sering menampilkan pertunjukan barongan.
Kolaborasi dengan Seniman lukis dan
libatkan seniman barongan atau budayawan lokal dapat menambah pengalaman di dunia senin dan barongan sejak dini ” Sambung kepala sekolah SDN Sidakaton 1 Darsiyanto

Alhamdulillah anak anak merasa seneng, gembira melihat secara langsung lukisan dan barongan juga bisa berlatih walau sejenak,

Semoga Sanggar Putik 99 dan Gumarang Sakti Nusantara (GSN ) tambah maju dan tetap bersemangat nguri nguri budaya tradisional untuk generasi penerus nantinya” Pungkas Darsiyanto ( Tgh)

Loading

You cannot copy content of this page