Brebes, Tops Berita – Semangat nasionalisme dan pembinaan karakter tampak kuat dalam pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, yang digelar di lapangan dalam Lapas, Selasa (19/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran petugas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Upacara rutin yang dilaksanakan setiap bulannya tersebut menghadirkan suasana berbeda, di mana seluruh petugas upacara berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap. Para WBP tampil disiplin dan penuh percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai komandan upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembaca doa, hingga pengatur barisan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Brebes, Ibnu Sina, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Ibnu Sina menegaskan bahwa Upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air kepada seluruh warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa warga binaan juga memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan kebersamaan harus terus dibangun sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Ibnu Sina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para WBP yang telah menjalankan tugas upacara dengan baik, tertib, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian yang terus dioptimalkan oleh Lapas Brebes.
Salah satu WBP yang bertugas dalam upacara, Agung, mengaku bangga karena selama ini diberikan kepercayaan menjadi bagian dari petugas upacara. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menanamkan rasa cinta tanah air.
“Saya merasa bangga bisa ikut terlibat sebagai petugas upacara. Kegiatan ini memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta kepada bangsa. Semoga kami semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya,” ungkap Agung.
Penggunaan seragam Pramuka dalam pelaksanaan upacara turut menjadi simbol pembentukan karakter, jiwa kedisiplinan, serta semangat gotong royong yang selaras dengan tujuan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh makna sebagai wujud penguatan nilai kebangsaan di lingkungan Lapas Brebes.
(Salam)