“Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing”, Semangat Gotong Royong Warnai Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

BREBES – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada Selasa (19/5/2026), suasana di lokasi pembangunan kembali menggambarkan dengan nyata makna peribahasa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

Pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Ciraja tersebut terus berjalan dengan melibatkan anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat setempat. Kehadiran jembatan ini sangat dinantikan warga karena akan menjadi akses penghubung penting antara Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung.

Di tengah berbagai tahapan pekerjaan yang masih berlangsung, seluruh pihak terlihat bekerja bersama tanpa membedakan peran. Mulai dari mengangkat material, membantu proses teknis, hingga pekerjaan pendukung lainnya dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Peribahasa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” benar-benar tercermin dalam aktivitas di lapangan. Ketika pekerjaan terasa berat, seluruh warga dan anggota TNI saling membantu untuk meringankan beban satu sama lain. Tidak ada yang bekerja sendiri, semuanya dilakukan bersama demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.

Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang aktif mendampingi kegiatan pembangunan, mengatakan bahwa semangat kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam menjaga kelancaran pekerjaan.

“Peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing sangat tepat menggambarkan kondisi di sini. Semua saling membantu dan saling mendukung demi satu tujuan bersama, yaitu menyelesaikan pembangunan jembatan ini,” ujar Pelda Aris.

Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan masyarakat selama proses pembangunan menjadi bukti nyata kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat pedesaan.

Warga Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung pembangunan. Mereka hadir setiap hari untuk membantu pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing, tanpa mengeluh meskipun pekerjaan cukup berat dan membutuhkan tenaga ekstra.

Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga. Kehadiran jembatan ini diyakini akan mempermudah akses transportasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendukung berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, pembangunan jembatan ini juga menjadi simbol kuatnya persatuan dan kepedulian sosial antara TNI dan rakyat. Semangat gotong royong yang terus hidup menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan bersama.

Dengan semangat “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kecamatan Bantarkawung diharapkan terus berjalan lancar hingga selesai. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa kerja sama dan persatuan mampu membawa masyarakat menuju kemajuan dan masa depan yang lebih baik.(Pen0713)

Loading

You cannot copy content of this page