Bangun Karakter Religius, Lapas Brebes Perkuat Pembinaan Warga Binaan melalui Pembacaan Surah Yasin

Brebes, Tops Berita – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan pemasyarakatan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program pembinaan kepribadian, salah satunya kegiatan pengajian dan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang rutin digelar setiap Kamis malam Jumat, (30/4/2026).

Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Brebes dengan diikuti oleh warga binaan secara khidmat. Kegiatan ini didampingi langsung oleh petugas, khususnya Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja), Ibnu Sina bersama staf sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses perubahan mindset warga binaan, dari yang sebelumnya kurang memiliki arah menjadi pribadi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan religius.

“Pembinaan di Lapas Brebes tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan perilaku warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian Yasin ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Pelaksanaan pengajian berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi diri bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Brebes dalam membangun citra pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan, sejalan dengan semangat transformasi sistem pemasyarakatan, Kerja Nyata Pelayanan Prima. Lapas tidak lagi dipandang semata sebagai tempat menjalani hukuman, melainkan sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.

Salah satu warga binaan, MS mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini membuat kami lebih tenang dan lebih sadar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kami merasa diperhatikan dan dibimbing,” ungkapnya.

Lapas Brebes juga terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan lainnya, seperti kajian keagamaan melalui penyuluhan dari pihak eksternal, pembiasaan ibadah, serta kegiatan pembinaan kemandirian, sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial warga binaan.

Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Lapas Brebes berharap mampu mencetak warga binaan yang tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga membawa perubahan positif, mandiri, serta berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

(Salam)

 

Loading

You cannot copy content of this page