Tegal – Topsberita.Com – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta perlindungan konsumen yang digelar di Pendopo Amangkurat, Jumat (22/05/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Tegal, Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal yang diikuti ratusan anggota PKK se-Kabupaten Tegal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala, Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Indah Cahyani Kholid, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui pola konsumsi yang cerdas dan bijak.
Menurutnya, pemahaman mengenai CBP Rupiah tidak hanya sebatas mengenali dan merawat uang rupiah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk lokal serta mengelola pengeluaran rumah tangga secara lebih efektif.
“Perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, menjadi garda terdepan dalam menentukan pola konsumsi keluarga. Dengan konsumsi yang bijak dan pemanfaatan produk lokal, masyarakat turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Bank Indonesia, Dinas Perikanan, dan TP PKK Kabupaten Tegal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Menurut Nilna, kegiatan semacam ini sangat relevan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu terkait pengelolaan pangan keluarga, perlindungan konsumen, hingga penguatan literasi keuangan di tengah perkembangan era digital.
Ia menilai anggota PKK memiliki peran penting sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal dan lebih bijak dalam berbelanja.
“Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu terkait pengelolaan pangan keluarga sekaligus perlindungan konsumen. Kami berharap kolaborasi seperti ini akan semakin sering dilakukan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, terutama bagi ibu-ibu PKK dalam meningkatkan literasi keuangan, pengelolaan konsumsi rumah tangga, serta menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal,” ungkapnya.
Selain edukasi mengenai pengelolaan konsumsi rumah tangga yang bijak, pemanfaatan produk pangan lokal, serta perlindungan konsumen di era digital, kegiatan juga diramaikan dengan lomba mengolah ikan tongkol menggunakan bawang putih lokal.
Peserta juga mendapatkan demonstrasi pengolahan pangan lokal dari Chef Muto. Chef nasional asal Desa Tuwel, Kecamatan Bojong tersebut menginspirasi peserta dengan menghadirkan sajian berbahan pangan lokal yang menarik, bernilai tambah, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mencintai rupiah, mendukung produk lokal, serta menerapkan pola konsumsi yang sehat dan cerdas demi mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.( Tgh)
