
Dari pagi hingga sore Bowo menjajakan dagangannya cilok memakai sepeda onthel yang sudah tua, mereka berdua tidak mengenal lelah, yang terpenting bisa menghidupi anak anaknya Ahmad Hasan Basri dan Muhamad Bushiri yang sekarang mondok di ponpes terkenal di Kabupaten Tegal
Masih menurut ibu kandung Ahmad Hasan Basri dan Adiknya Muhamad Bushiri yang didampingi ketua RT Nurokhim , anak anaknya mondok di ponpes, alhamdulillah anak yang pertama sudah kuliah dan adiknya mondok di ponpes tersebut mas , dan alhamdulillah anak pertama pernah menjuarai Musabaqoh Qira’atil Kutub ( MQK)di Wajon Sulawesi Selatan Tahun 2025 dan juara harapan dua tingkat tingkat Nasional dan provinsi jawa Tengah juga memperoleh juara provinsi jawa Tengah ” Tutur Solicha
Sementara terkait rumah yang di Kalinyamat itu bukan rumah Solicha, melainkan milik suaminya tinggalan orang tua mereka, itupun itupun sudah di bagi bagi bersama keluarganya, Rumah saya ya ini mas” Ungkap Solicha, terkait penghasilan Bowo dan Solicha, kalau mas Bowo sebagai pedagang cilok dalam satu hari terkadang mendapat hasil Rp 50,000 dan Solicha mendapatkan hasil jualan es potong Rp 20,000 dalam sehari ” Tutur Solicha
Disisi lain Wastejo selaku kepala Desa kepandean, memohon pihak terkait untuk mengabulkan permintaan Solicha untuk memperbaiki rumahnya, orang tua Hasan Basri, beliau bilang tidak mampu memperbaiki rumah nya, Hasan Basri, Dia turut mengukir sejarah dan membawa nama harum ponpes dan Pemerintah Kabupaten Tegal khusnya
Hadi Wibowo dan istrinya sangat pas menempatkan anak anaknya di ponpes kabupaten Tegal, karena ponpes tersebut telah banyak melahirkan santri santri yang berpestrasi dan menjuarai lomba lomba daerah dan tingkat nasional ( tgh)