Dibalik pedagang Cilok dan es potong, Ahmad Hasan Basri Bisa kuliah dan Peraih Lomba Musabaqoh Qira’atil Kutub Peraih Juara Harapan Dua Tingkat Nasional di Wajo Sulawesi Selatan

Tegal – Topsberita. Com – Di balik Kehidupan yang serba pas pasan, seorang pedagang cilok keliling yang memakai sepeda onthel serta ibunya yang jualan es potong keliling, menjadi contoh bagi sebagian orang untuk membesarkan anak anaknya, mengasuh, membesarkan,mendidik anak anaknya, seperti yang dialami pasangan Hadi Wibowo dan Solicha yang beralamat di desa kepandean RT 04 RW 07 kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal 23/06/2026

Dari pagi hingga sore Bowo menjajakan dagangannya cilok memakai sepeda onthel yang sudah tua, mereka berdua tidak mengenal lelah, yang terpenting bisa menghidupi anak anaknya Ahmad Hasan Basri dan Muhamad Bushiri yang sekarang mondok di ponpes terkenal di Kabupaten Tegal

Masih menurut ibu kandung Ahmad Hasan Basri dan Adiknya Muhamad Bushiri yang didampingi ketua RT Nurokhim , anak anaknya mondok di ponpes, alhamdulillah anak yang pertama sudah kuliah dan adiknya mondok di ponpes tersebut mas , dan alhamdulillah anak pertama pernah menjuarai Musabaqoh Qira’atil Kutub ( MQK)di Wajon Sulawesi Selatan Tahun 2025 dan juara harapan dua tingkat tingkat Nasional dan provinsi jawa Tengah juga memperoleh juara provinsi jawa Tengah ” Tutur Solicha

Sementara terkait rumah yang di Kalinyamat itu bukan rumah Solicha, melainkan milik suaminya tinggalan orang tua mereka, itupun itupun sudah di bagi bagi bersama keluarganya, Rumah saya ya ini mas” Ungkap Solicha, terkait penghasilan Bowo dan Solicha, kalau mas Bowo sebagai pedagang cilok dalam satu hari terkadang mendapat hasil Rp 50,000 dan Solicha mendapatkan hasil jualan es potong Rp 20,000 dalam sehari ” Tutur Solicha

Disisi lain Wastejo selaku kepala Desa kepandean, memohon pihak terkait untuk mengabulkan permintaan Solicha untuk memperbaiki rumahnya, orang tua Hasan Basri, beliau bilang tidak mampu memperbaiki rumah nya, Hasan Basri, Dia turut mengukir sejarah dan membawa nama harum ponpes dan Pemerintah Kabupaten Tegal khusnya

Hadi Wibowo dan istrinya sangat pas menempatkan anak anaknya di ponpes kabupaten Tegal, karena ponpes tersebut telah banyak melahirkan santri santri yang berpestrasi dan menjuarai lomba lomba daerah dan tingkat nasional ( tgh)

Loading

You cannot copy content of this page