Tegal – Topsbepsberita.Com – Kepala Desa kepandean Kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal Wastejo Sambangi rumah Hadi Wibowo dan Istri Solicha, Wastejo ketika masuk ke rumah Hadi Wibowo merasa kaget, rumah kaya begini kok tidak ada laporan, baik itu RT- RW tidak ada laporan sama sekali , rumah ini kaya mendapatkan bedah rumah, Unkap kepala desa kepandean Wastejo
Kehidupan memag kadang di bawah kadang di atas, seperti hanya kehidupan Pasangan suami istri Hadi Wibowo dan Solicha yang beralamat di desa Kepandean RT 04 RW 07 kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal, pedagang cilok keliling yang memakai sepeda onthel setiap harinya di bantu istrinya yang juga pedagang es potong keliling , senen 22 juni 2026
Kehidupan Bowo sapaan setiap harinya mengatakan, sebagai pedagang cilok sudah keliling lama sekali mas, ketika kepala desa kepandean mendatangi rumahnya sangat merasa kaget dan terharu, masuk pintu rumahnya yang terbuat dari kayu yang sudah rapuh di lapisi seng, serta lantainya masih terbuat dari semen pasir yang sudah mengelupas ,serta dindingnya yang sudah pada ambrol , atap yang terbuat dari genting ya sudah pada pecah dan bolong bolong kalau hujan ya kebanjiran , lengkap sudah kehidupan yang Bowo menjalani kehidupan yang sangat memprihatikan ” Tutur Nurohim salah satu ketua RT desa Kepandean
Bowo sapaan akrab sehari hari, dia tidak mengenal lelah setiap hari menggenjot sepeda onthel kesayanganya untuk menjajakan cilok dari pagi hingga sore hari, sedangkan istrinya menjajakan es potong keliling
Ayah dan ibu dari Ahmad Hasan Basri dan Muhammad Bushiri mengatakan, Bahwa anak anaknya sekarang di pondok pesantren yang ada di kabupaten
Bowo berharap ada bantuan dari pemerintah atau donatur untuk membedah rumahnya, terus terang saja mas, saya tidak mampu untuk memperbaiki memperbaiki rumahnya, ada rejeki ya untuk anak anak yang ada di pondok pesantren ” ungkap Bowo
Lebih lanjut Bowo mengatakan, bahwa beliau mendapatkan bantuan jaman presiden Jokowi, itupun hanya sekali, sampai sekarang belum pernah mendapatkan bantuan apapun
Usut punya usut , Bowo tidak pernah menerima bantuan karena masih tercatat di Desil 6 hingga 10, masa rumah hampir ampbruk, tembok pada mengelupas, lantai Masih belum di keramik, genteng pun pada bolong, usahanya pedagang cilok keliling masa Desil 6
Bowo dan Solicha merasa bersyukur, berterimakasih bahwa tadi kemrin 19/06/2026 kami di bebaskan membayar program pemutihan sertifikat tanah ( PTSL)
Uang yang 150 ribu dan untuk materai 120 ribu di kembalikan ke Ibu Solicha
Kepala desa kepandean Wastejo Berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membedah rumah Hadi Wibowo dan istrinya
Karena benar-benar sudah tidak layak huni ” pungkas Wastejo (Tgh)
