Brebes, Kamis (02/07/2026) – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai isu yang beredar di masyarakat, warga tetap menjaga persatuan, kebersamaan, dan kepercayaan sebagai modal utama untuk menyelesaikan pembangunan yang menjadi harapan bersama tersebut.
Kepercayaan yang telah terbangun antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan menjadi kekuatan yang mampu menjaga semangat gotong royong tetap hidup. Warga dari kedua desa terus hadir secara bergantian untuk membantu pekerjaan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing. Mereka menyadari bahwa jembatan tersebut bukan hanya sebuah bangunan fisik, melainkan sarana yang akan membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Di lokasi pembangunan, Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, terus melaksanakan pendampingan terhadap kegiatan masyarakat. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk memantau jalannya pekerjaan, tetapi juga memberikan motivasi agar semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong tetap terpelihara hingga pembangunan selesai.
Serda Usman M mengatakan bahwa pembangunan yang berhasil selalu diawali dengan adanya rasa saling percaya di antara seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, ketika masyarakat memiliki tujuan yang sama dan saling mendukung, berbagai tantangan yang muncul akan lebih mudah dihadapi.
“Kepercayaan merupakan pondasi yang sangat penting dalam setiap pembangunan. Ketika masyarakat saling percaya, saling menghormati, dan bersama-sama bekerja untuk kepentingan umum, maka pembangunan akan berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Serda Usman M.
Jembatan Perintis Garuda merupakan infrastruktur yang sangat dinantikan oleh masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mobilitas warga. Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat berharap berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
Semangat gotong royong yang terus ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terpelihara dengan baik. Setiap hari warga datang membawa tenaga, waktu, dan kemampuan yang dimiliki untuk mempercepat proses pembangunan. Tidak ada perbedaan status sosial ataupun latar belakang, seluruh masyarakat bersatu dalam satu tujuan, yaitu mewujudkan Jembatan Perintis Garuda demi kepentingan bersama.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten memberikan rasa aman, meningkatkan semangat kerja, sekaligus mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Masyarakat berharap semangat saling percaya, gotong royong, dan persatuan yang telah tumbuh selama pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan pembangunan lainnya. Dengan kebersamaan yang kuat, berbagai tantangan dapat dihadapi dan cita-cita mewujudkan desa yang lebih maju dapat tercapai.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah pembangunan tidak hanya ditentukan oleh material dan peralatan, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh di antara masyarakat. Ketika rasa saling percaya menjadi landasan, maka persatuan akan semakin kuat, gotong royong akan terus hidup, dan pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat dapat terwujud.
Melalui semangat kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong yang terus terjaga, masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh bersama Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes optimistis pembangunan Jembatan Perintis Garuda akan selesai sesuai harapan dan menjadi simbol persatuan serta kemajuan bagi masyarakat Kecamatan Salem.(Pen0713)
