BREBES – Semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes terus terjaga dengan baik. Pada Jumat (12/06/2026), masyarakat bersama aparat TNI kembali menunjukkan kekompakan dalam melanjutkan berbagai tahapan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya menjadi proyek pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan harapan bersama. Sejak awal pelaksanaan pembangunan, berbagai tantangan telah dihadapi secara bersama-sama, mulai dari kondisi medan yang sulit, proses distribusi material, hingga berbagai tahapan konstruksi yang membutuhkan tenaga dan kerja keras.
Namun berkat semangat kebersamaan yang terus terjaga, setiap tantangan mampu dilalui dengan baik. Masyarakat dan aparat TNI saling mendukung, saling membantu, dan saling menguatkan demi satu tujuan, yaitu menghadirkan jembatan yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Babinsa Desa Kadumanis, Serda Hasanudin, yang selama ini aktif mendampingi pembangunan, mengatakan bahwa kekuatan terbesar dalam pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya terletak pada material dan peralatan yang digunakan, melainkan pada semangat persatuan yang dimiliki masyarakat.
“Kuat kita bersama. Kalimat sederhana ini menjadi semangat kami di lapangan. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan berbagai hambatan dapat diatasi bersama-sama,” ujar Serda Hasanudin.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan bukti nyata bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan desa. Ketika masyarakat dan aparat bersatu dalam satu tujuan, maka berbagai pekerjaan yang tampak sulit sekalipun dapat diselesaikan dengan baik.
Di lokasi pembangunan, suasana penuh kekeluargaan tampak jelas terlihat. Warga dari berbagai usia dan latar belakang terus memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan, ada pula yang membantu dalam penyediaan konsumsi maupun kebutuhan lainnya bagi para pekerja.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan juga semakin mempererat hubungan antara masyarakat dan TNI. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pendamping pembangunan, tetapi juga sebagai sahabat dan motivator yang selalu memberikan semangat kepada warga.
Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Kadumanis dan Desa Citimbang nantinya diharapkan menjadi sarana vital yang mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan warga di kedua desa.
Masyarakat berharap pembangunan dapat terus berjalan dengan lancar hingga selesai dan segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga. Mereka juga berkomitmen untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan tersebut.
Dengan semangat “Kuat Kita Bersama”, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis terus bergerak maju menuju tahap penyelesaian. Jembatan ini kelak tidak hanya menjadi penghubung antara dua desa, tetapi juga menjadi simbol kekuatan persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.(Pen0713)
