Tim Kementan Survei Lahan, Koramil Senggi dan Warga Siap Wujudkan Kawasan Pertanian Unggulan

PAPUA, Keerom – Upaya percepatan program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kegiatan survei dan pemetaan lahan pertanian (Jaumed) di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Kegiatan yang berlangsung di Makoramil 1701-06/Senggi, Senin (4/5/2026), melibatkan unsur TNI, Kementerian Pertanian, serta masyarakat pemilik hak ulayat sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Danramil 1701-06/Senggi, Kapten Inf Anjang Ahdiyat, turut mendampingi langsung kegiatan yang dipimpin Aster Kodam XVII/Cenderawasih bersama tim dari Kementerian Pertanian. Survei tersebut mencakup pemetaan potensi lahan seluas kurang lebih 1.064 hektare yang direncanakan menjadi kawasan pertanian produktif di Distrik Senggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kolonel Arm Kukuh Dwiantono (Aster Kodam XVII/Cenderawasih), Kolonel Czi Irsad H (Kazidam), Kolonel Ctp I Nyoman Suarjana (Katopdam), serta Letkol Arh M. Yunus Manyalang (Pabandya Wanwil). Hadir pula unsur teknis seperti tim irigasi, operator drone dan GPS Topdam, perwakilan Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta tokoh masyarakat dan pemilik hak ulayat setempat.

Dalam arahannya, Aster Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa Distrik Senggi memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian unggulan. Oleh karena itu, kegiatan survei dan pemetaan menjadi langkah awal yang krusial untuk memperoleh data akurat terkait kondisi, luas, serta potensi lahan.

“Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan pertanian, termasuk mendukung program cetak sawah dan peningkatan produksi pangan. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta stabilitas wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan yang tetap menghormati adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan pemilik lahan, Ayub Mangul, yang menyatakan kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi, dengan catatan bahwa hak ulayat tetap dihormati dan seluruh proses pemanfaatan lahan dilakukan melalui musyawarah bersama.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi lahan di SP 1, Jalur 1, Kampung Wosley. Tim melakukan pengamatan lapangan dengan memanfaatkan teknologi pemetaan modern guna memastikan akurasi data.

Di sisi lain, Danramil 1701-06/Senggi, Kapten Inf Anjang Ahdiyat, menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung penuh program pemerintah di sektor pertanian, khususnya di wilayah teritorialnya.

“Koramil 1701-06/Senggi siap mendukung dan mengawal setiap tahapan program ketahanan pangan, termasuk kegiatan survei dan pemetaan lahan pertanian. Kami juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, agar seluruh proses berjalan transparan, melalui musyawarah, serta tetap menghormati hak ulayat dan kearifan lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan persuasif serta sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program ini secara bijak. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis pengembangan lahan pertanian di Distrik Senggi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (Redaksi Papua)

Loading

You cannot copy content of this page